header image
 

Demikian kata-Nya

Bukankah semesta ini nyata dalam diri…

Laksana Bumi, tampat naungan setiap Cipta dari-Mu

Engkau jadikan Bumi sebagai tampat air mengalir,

laksana Jiwa yang terus mencari Lautan Luas Cinta-Mu

Engkau jadikan Bumi sebagai hamparan Tumbuhan untuk pernik yg indah

laksana Jiwa yang indah terbalut akhlak karena Ridho-MU,

Engkau jadikan Angin sebagai penari kesejukan bumi-MU

bagaikan tarian Jiwa dikala bercengkrama dengan Cinta-MU,

Engkau jadikan Api yang Panas membara

Sebagai peluntur setiap dosa makhluk-Mu

Karya yang Takjub dan Jelas disetiap wajah para Pecinta-Mu

Teknologi Sebagai Wajah Dunia

Teknologi
sebagai Wajah Dunia”

Oleh
: Arief Hidayat

Zona
Mabuk Teknologi

Fase
perkembangan pengetahuan terus mengalir seiring dengan waktu. Sejarah
perkembangan komunikasi yang diawali dari berbicara hingga kini
teknologi hadir untuk memudahkan segala aktivitas keseharian manusia.
Tak dapat dipungkiri di Negara – Negara maju teknologi merasuki
simpul – simpul kesenangan kita baik lahir maupun batin. Teknologi
masa kini adalah kisah Amerika, tak henti – hentinya Amerika
membuat kisah : mulai dari kebebasan beragama, individulisme yang
keras dan tegas, Hollywood, sampai Negara yang dikenal sebagai
Adidaya.

Tidak
dapat dipungkiri Amerika yang terus larut dalam perkembangan
teknologi, terus menciptakan karya – karya baru yang dapat
memudahkan manusia serta meringankan penderitaan manusia. Inovasi
lahir dari sebuah kebutuhan bagi manusia dinegara ini, kini
menjadikan Amerika menjadi Negara yang telah mengalami transformasi
dari tempat yang nyaman secara teknologi menjadi Zona Mabuk
Teknologi.

Teknologi
tak henti – hentinya menawarkan cara penyelesaian kilat. Teknologi
berikrar akan membuat kehidupan kita akan menjadi lebih baik,
meningkatkan kinerja kita, dan membuat mudah, teknologi tampil dengan
wajah lebih cepat effisien, lebih murah, dan lebih mudah dari segala
sesuatu yang pernah ada. Teknologi berjanji untuk memberikan
kehidupan yang penuh pesona dan kemudahan yang di tawarkan. Janji –
janji teknologi bak buluh perindu. Kita dibuat percaya bahwa solusi
dari setiap permasalahan manusia terselesaikan dengan membeli dan
menggunankannya.

Keterbuaian
akan teknologi kini menempatkan teknologi pada ruang khusus pada
kehidupan kita, seolah – olah teknologi merupakan hukum alam yang
tak dapat terbantahkan. Memberikan ruang khusus pada kehidupan kita
yang seolah – olah tak dapat dicabut lagi. Hingga seluruh aktivitas
kita yang seolah – olah dirasuki oleh piranti lunak yang hanya
tinggal colok dan terkoneksilah seluruh aktivitas kita yang
memberikan kesenangan –kesenangan. Di tengah – tengah peradaban
yang penuh dengan mesin yang canggih telah menunjukkan keterasingan
spiritual. Zona Mabuk adalah kehampaan spiritual yang mengecewakan
dan bebahaya, serta sulit keluar dari dalamnya, hanya dengan
menyadarinya bahwa kita sementara berada didalamnya.

Mewaspadai
hadirnya teknologi dengan mengevaluasi secara jernih relevansi
teknologi yang ada sekarang pada kehidupan kita, memperdebatkan
terlebih dahulu kebaikan serta konsekwensi penerapannya. Zona Mabuk
Teknologi adalah zona yang di tujukan oleh adanya hubungan yang rumit
dan sering sekali bertentangan antara teknologi dan pencarian kita
akan makna.

(1)
Kita lebih menyukai penyelesaian masalah secara kilat, Dari masalah
Agama sampai masalah gizi. Lantaran merasakan kekosongan yang begitu
dalam hingga pencari sesuatu yang lebih bermakana, lebih dalam, serta
ingin menyatukan diri kita pada sebuah kekuat supranatural, ingin
menyatukan diri kita pada sesuatu yang maha. Uskup Agung Rudolph
W.Sly dari Charismatic Episcopal Church berpendapat bahwa “kita
hidup dalam suatu masa yang membuat kita tidak saja kembali pada
keyakinan kuno, tetapi juga menjadi lebih percaya pada hal yang
ghaib. Kita mencoba mencari sesuatu yang lebih bermakna lebih
mendalam, lebih bermakna. Sesuatu yang bias menyatukan kita pada
sesuatu yang lebih besar dari sekedar diri kita”.
Amerika
berada ditengah – tengah kebangkitan agama namun tetap saja
merasakan sebuah keterasingan yang besar. Persentase penjualan buku
keagamaan mencapai peningkatan 150 % dari tahun 1991 sampai tahun1997
dibandingan dengan 35 % dari produk – produk yang lain. Bahkan buku
kejiwaan dan panduan sederhana mencapai kebahagiaan, seperti Simple
Abundance the Small Stuff,
serial Chicken Soup (serial buku yang
paling laris dalam sejarah penerbitan yang menduduki cetakan lebih
dari 30 juta eksemplar), dan Simple Abundance menduduki urutan
teratas daftar buku terlaris nasional seolah – olah buku yang lebih
cepat selesai dibaca itu dapat mengisi kehampaan batin. Dalam Zona
Mabuk Teknologi “suplemen” batin menjadi industri yang terlaris.

Ironisnya
Teknologi hadir menyediakan kursi pijat yang mempu menghilangkan
strees dan menyegarkan saraf – saraf. Kini kebudayaan yang sifatnya
tradisional digantikan menjadi kebudayaan yang bersifat modern.

(2)
Kita takut sekaligus memuja teknologi, Nicholas Negroponte, pendiri
dan Direktur Media Lab di Massachusetts Institute of Technology (MIT)
menyediakan sebuah computer laptop yang bias mengakses
interner setiap anak, yang jumlahnya mencapai 1 milliar anak
diseluruh dunia dengan keyakinan bahwa akses internet anak diseluruh
dunia akan memiliki efek yang sama dalam penciptaan kedamaian
diseluruh dunia, menjamin nasib manusia. Esther Dyson, pemilik
Edventure Holdings. Inc., menerbitkan bulletin Relase 1.0 juga
seorang teknofilia. Ia mempromosikan Net sebagai rumah yang potensial
bagi kita semua yang membayangkan masa depan yang dihuni Mahasiswa
yang cerdas, pekerja yang bijak, konsumen yang memperoleh informasi
yang tepat, warga yang mempraktikkan kebebasan berbicara. James
Watson, penemu heliks ganda, percaya sepenuhnya pada ilmu genetika
baru, menurutnya tak perlu ada keraguan untuk mengubah evolusi
manusia menjadi rekayasa genetika. Dipihak lain salah seorang
psikologi pendidikan, seperti penulis Jane Healy, memperingatkan
bahwa meluasnya pemakaian computer mampu memperburuk fisioliogi itak
anak dan menyebabkan pandemic gejala kekurangan perhatian (attention
deficit disorder —
ADD) serta depresi pada anak. (3) kita
menggabungkan antara yang nyata dan yang semu. Mayantara, cyberspace,
dunia yang dinggap sebagai sebuah dunia yang nyata dimana interaksi
terus terjalin pada dunia tersebut. Disetiap media menawarkan sebuah
rekayasa yang terstigmakan bahwa kehidupan yang nyata adalah demikian
– demikian dan seterusnya. X-Files, NYPD, Men In Black, Matrix dss.
Adalah sebuah kisah yang nyata. Seorang anak yang terus berinteraksi
dengan televisi dan game online menciptakan karakter pada diri si
anak. Mickey Mouse, Gufi, Donald duck dan sebagainya adalah sebuah
kisah nyata yang diproduksi oleh Wall Disney. (4) Kita menerima
kekerasan sebagai sebuah bentuk yang wajar. Film yang menyuguhkan
pembunuhan berantai, game center yang online menciptakan pembunuhan
sebagai syarat mendapatkan tambahan score, uang, dan kekuatan.
Membunuh, mencuri adalah hal yang wajar dan sebuah kelaziman.
Ironisnya penyuguhan berbagai adegan yang menciptakan pribadi yang
keras kini merasuki dunia sekolah. (5) kita mencintai teknologi dalam
wujud mainan.teknologi menyuguhkan kesenangan batin dengan memberikan
ruang pada setiap manusia dari anak kecil hingga orang tua, permainan
roller skuter, video game, mobil yang mewah menjadikan pelarian bagi
setiap oran merasakan kejenuhan, dan membutuhkan kebahagiaan. (6)
Kita menjalani kehidupan yang beranjak dan terenggut. Internet dan
telephon genggam menghubungkan kita dengan dunia, e-mail
menghubungkan kita pada setiap manusia yang ada di penjuru dunia,
chat room menjadi fenomena social yang baru, tetapi hal tersebut
tidaklah membentuk komunitas, banyak orang yang mengeluh dikarenakan
banyaknya waktu yang dihabiskan untuk membaca e-mail yang begitu
banyak, telephon yang tak pernah berhenti berdering yang seolah-olah
menginstruksikan kita bahwa ada yang harus dikerja, e – commerce
membuat kita mampu membeli tanpa harus berbicara dengan penjualnya.
Kebisingan teknologi ini dapat benar – benar mengucilkan kita dari
sesame, dari alam, dan dari diri kita sendiri.

 

Memahami
Teknologi Konsumen melalui waktu dan permainan

Zaman
High Touch

 Cara
kehidupan kita berubah selama ratusan tahun terakhir ini. Dan berubah
drastic sepuluh tahun terakhir. Kehidupan Modern membatasi kita
menikmati irama musik dan suara alam. Kebanyakan orang dahulunya
bangun dikala matahari akan terbit, menyantap makanan yang diambil
dari kebun samping rumah, pergi tidur dikala matahari telah tenggelam
di ufuk barat, berkunjung kerumah tetangga dan saling bercerita
tentang hasil kebun dan menjalin ikatan emotional. Waktu ditetapkan
oleh irama alam: pasang surut air laut, siklus rembulan, tanaman.
Bahkan sejarah mencatat, bahwa sejak abad ke-4 SM Iskandar Agung
mengamati bahwa dedaunan pepohanan tertentu mekar sepanjang hari dan
kuncup sepanjang malam hari. Pada abad ke-18 SM Ahli Ilmu Alam,
Carolus Linneus, mendapati bahwa kelopak bunga tertentu mekar dan
kuncup pada waktu-waktu tertentu.

Kini
kesadaran yang tajam semacam itu hilang setelah kita mengenal jam,
arloji, janji untuk bertemu, waktu tenggang, acara televise faforit
yang yang hadir pada jam-jam tertentu.

 

Zaman
High Tech

 Sejak
kedatangan jam putar (1876) dan yang dioperasikan dengan baterai
(1956), terjadi pergeseran dari hidup High Touch ke High Tech.
teknologi menggunakan pentingkanya waktu dengan reel time, quick
time, face time, check list, multitask
, waktu tenggang,
menyediakan waktu, terlambat.

Teknologi
konsumen memberikan tawaran yang menjanjikan dengan penghematan
waktu. Pakian kotor yang dicuci dengan tangan kini tergantikan dengan
mesin dan kita dapat menyisihkan waktu untuk mengerjakan pekerjaan
yang lain. Bermain game sekaligus membuat janji dengan kawan melalui
handphone. Tak pelak lagi kita terhanyut dalam kemegahan teknologi
yang membuat segalanya menjadi sangat mudah. Teknologi menghantarkan
kita pada bentuk kesederhanaan yang sudah maju. Kesederhanaan sebelum
hadirnya teknologi memberikan kita makna dari sebuah proses
kematangan diri, kini kesedhanaan teknologi justru membuat kita
semakin sibuk memenuhi hidup kita untuk lebih sederhana dengan
menggantungkan hidup kita pada teknologi. Hingga interaksi antar
tetangga, dan kerabat harus melalu teknologi yang semakin mengikiskan
sisi kemanisaan kita, teknologi menjadi komunitas baru yang hampir
seluruh manusia menjadi anggotanya.

Lahirnya
sebuah petualangan dunia maya, pengembaraan manusia di dunia maya,
berkunjung dan berwisata melalui dunia maya, bahkan pemenuhan hasrat
seksual kini melalui media maya. High touch kini beralih menjadi high
tech.

Memahami
Teknologi Genetika melalui Agama

 Galileo
500 tahun yang lalu mengemukakan bahwa bumi mengelilingi matahari dan
dengan Darwin 150 tahun lampau mengemukakan tatkala dia menentang
teori penciptaan. Pemikiran kitapun berubah untuk selamanya.
Kesadaran tentang alam semesta dan kehidupan kini menempati ruang
khusus pada pemahaman kita. Pemetaan dan pengurutan DNA, serta
berbagai teknologi yang dilahirkan oleh pengetahuan ini, akan secara
permanent mengubah pemahaman kita.

Teknologi
Genetika menghadirkan tantangan besar bagi kaum agamawan dengan
penguraian kode genom manusia.

Jujur
saja, jika ternyata gen mengendalikan 100%, saya pikir agama akan
kesulitan,” kata rabi ortodoks Irving Greenberg, Ketua Jewish life
Network di Newyork. Daya Nuklir mampu menghancurkan manusia,
teknologi rekayasa genetika mampu menciptakan kehidupan setelah
kematian. Teknologi genetika mengungguli semua teknologi. Menciptakan
kehidupan hibrida yang mengubah sel tua menjadi sel muda dan
primordial. W. French Anderson, direktur laboratorium terapi gen
Universitas of Southern California, yang    dijuluki sebagian orang
bapak terapi gen. megatakan; “terapi gen sel benih akan
dilaksanakan. Masalahnya ialah kapan terapi ini bias dikatakan aman
?. kapan melakukan terapi ini dianggap etis ?”

Kita
telah diperhadapkan pada sebuah teknologi baru, di masa lampau kita
tidak memperhatikan dengan seksama konsekwensi dari revolusi industri
yang merusak lingkungan yang tak disangka-sangka, kekuatan
penghancurbom nuklir, persolan limbah industi yang tak dipahami dari
awal. Kini menciptakan penyesalan bagi sebagian ilmuan yang turut
andil dalam teknologi tersebut.

Bio
teknologi bermula pada tahun 1960-an awalnya bio teknologi hanya
sebagai ilmu penunjang dan dianggap sebagai tantangan baru atas
tantangan yang belum pernah ada. Sekarang bio teknologi bukan saja
diperuntuk bagi dunia kedokteran tetapi justru melirik pada teknologi
baru.

ILMUNYA

Rekayasa
gen benih adalah melakukan perubahan genetika pada sel benih atau sel
seks mamalia. Prosedurnya biasa digunakan pada binatang (sel telur)
yang dibuahi untuk memastikan bahwa perubahan genetika tersebut
disalin kesetiap sel tubuh, kemampuan pemindahan sel genetika ini dan
memanipulasi dari satu generasi kegenerasi penerus pun boleh jadi
kelak kemungkinan penyakit turunan seperti syndrome down, Parkinson,
dan  anemia sel sabit tidak akan diturunkan kepada anak-anak.

Genom
adalah semua DNA dalam sebuah organisme, termasuk gennya. Gen
mengandung informasi semua protein yang diperlukan dalam sebuah
organisme. Protein ini antara lain menentukan rupa organisme
tersebut, seberapa baik tubuhnya mencerna makanan atau memerangi
infeksi, dan kadang cara dia berprilaku. Tatanan DNA mendasari
seluruh keragaman kehidupan, bahkan mendikte apakah sebuah organisme
itu manusia atau ragi, beras,  atau lalat buah. Semua makhluk ini
memiliki genom sendiri dan juga menjadi titik perhatian proyek genom.
Karena semua organisme terjalin melalui kemiripan dalam urutan DNA,
wawasan yang didapat dari genom bukan-manuisa [misalnya bakteri
E.Coly] kerap menimbulkan pengetahuan baru tentang biologi
manusia.

Genom
manusia tidak lama lagi akan berhasil mengurai 24 kromosom manusia,”
kata Hood. “mungurai” mencangkup beberapa hal. Tugas ini sebuah
raksasa. Tentu saja genom manuisa merupakan program piranti lunak
yang mendiktekan dan mengarahkan perkembangan yang paling
mencengangkan mengenai semua proses perkembangan manusia.

Cloning
manusia tak pelak lagi menjadi sebuah hal yang tidak mustahil yang
bisa saja menjadikan manusia yang tercipta sebagai robot yang sejenis
manusia.

Terapi
gen benih menimbulkan kekhawatiran ilmiah mengenai keampuhan
teknologi, hilangnya keragaman hayati, berubahnya kilam gen manusia
yang tak dapat dibalikkan lagi, serta konsekuensi yang tak dapat di
duga sebagai akibat dari manipulasi genetika.

Penderitaan
Manusia

Salah
satu isu yang terus menerus muncul ialah kekhawatiran bahwa focus
perhatian yang tajam pada jasad fisik manusia, pada ikhtiar
memperpanjang hidup manusia di muka bumi, ternyata mengorbankan
pencarian moral, etika, dan spiritual.

saya
merasa terpukul menyaksikan fakta bahwa bertapapun telah meningkatnya
kesehatan kita dinegeri ini, hal itu ternyata tidak pernah cukup,”
ujar ahli bioetika Daniel Callahan dari Hastings Center. “Manakala
usia harapan hidup serta seluruh aspek kesehatan kita senantiasa
semakin baik, pandangan kita tentang merasa sehat ternyata semakin
buruk. Seakan – akan kita tidak mau menerima penderitaan sekecil
apapun.”

DAFTAR
PUSTAKA

  1. John
    Nisbitt, Nana Nisbitt, Douglas Philips, high tech high touch
    (pencarian makna di tengah perkembangan pesat teknologi)
    ,
    Mizan

Hakikat Manusia dan Keutamaan Wanita

Hakekat
Manusia dan Keutamaan Wanita

Oleh
: Arief  Hidayat*
1

———————————————————————————————-

 

 

Tuhan
yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al-Qur’an, Dia
menciptakan manusia, Mengajarkannya pandai berbicara. (QS. Ar-Rahman:
1-4)

 

 Makna
“manusia” dalam ayat diatas tidaklah terbatas pada jenis dan
golongan manusia tertentu, namun mencangkup seluruh jenis manusia,
baik pria maupun wanita. Tuhan yang Maha Pemurah adalah guru dengan
sifat kasih-Nya yang mendahului, dan manusia sebagai muridnya, empat
criteria dan tingkatan dari ayat diatas dimana manusia terdidik dalam
‘sekolah rahmat’ tersebut, maka dia akan menjadi manusia. Setelah
menjadi manusia, maka perkataannya akan menjadi jelas dan dapat
dijadikan sebagai penjelas. Oleh karena itu keempat kreteria diatas
adalah urutan yang tepat dan saling memiliki ketergantungan.

Al-Qur’an
hadir sebagai Kitab Suci untuk mensucikan rohaniah manusia. Jikalau
Al-Qur’an diturunkan untuk penyempurnaan Roh manusia maka tepatlah
bahwa tak ada batasan antara pria dan wanita dalam pencapaiaan
kesucian rohaniah manusia.

Hal
yang eksistensial pada diri manusia adalah roh. Pada ayat diatas
ditegaskan sebuah bahasa pengajaran dan pendidikan kepada roh,
pengajaran serta pendidikan ini sama sekali tidak terbatasi oleh pria
dan wanita karena keduanya memiliki predikat yang sama, tak ada roh
wanita dan tak ada roh pria. Pertama, pria dan wanita hanya
berkaitan dengan tubuh, bukan berkaitan dengan Roh, Kedua,
Pengajaran, pendidikan, bimbingan dan kesucian adalah berkaitan
dengan nafs (jiwa), Ketiga, nafs (Jiwa) bukan jasad dan
jasad bukan nafs. Dalam Al-Qur’an bahwa Roh yang menjadi
dasar bukan Raga, dan Roh bukan pria dan wanita.

 

Hakikat
Manusia Bukan Pria Bukan pula Wanita

Pemisahan antara yang memiliki makna nilai dan lawannya dicontohkan
didalam Al-Qur’an, Al-Qur’an yang mengibaratkan Ilmu sebagai
sebuah nilai dan kebodohan adalah lawan dari nilai, Iman sebagai
nilai dan kufur adalah lawannya, kehinaan dan kemulyaan, kebahagiaan
dengan kesengsaraan dan lain sebagainya. Kejujuran, kebaikan,
kebodohan, keberdasan, seorang pembohong dsb adalah sifat yang telah
menjelaskan bahwa selamanya sifat tersebut tidak memiliki jasad.
Dengan demikian bahwa yang memiliki nilai pada dasarnya adalah Roh
bukan pria maupun wanita. Tolak ukur yang mengidentifikasi
subyek-subyek penyandang nilai dan yang menentukan norma nilai,
membuktikan bahwa subjek dan predikat terlepas dari masalah gender
(antara pria dan wanita).

Ketika Islam menggambarkan bahwa pria dan wanita tidak berbeda dari
segi nilai, maka penciptaan manusia ketika Allah SWT berbicara
tentang Roh, Dia mengatakan, bahwa secara materi, maka dijadikanlah
makhluk, Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk)
lain2.
Ia dijadikan makhluk yang lain setelah sempurna menjadi janin,
baik itu pria maupun wanita. Disinilah baru pembicaraan pria dan
wanita.

 

Tidak
ada Gender dalam kalam Ilahi

 Pembahasan
akan nilai manusia tidaklah berpredikat pada maskulinisme ataupun
femenisme. Kandungan Al-Qur’an menyatakan bahwa rahasia
kesempurnaan manusia berada dibalik pengetahuan tentang Ideologi
ketuhanan atau bahwa alam ini dimulai dengan nama-nama Allah SWT yang
baik atau asma’ al-husna dan diakhiri dengan al-maad
yaitu kiamat, neraka surga dan seterusnya. Diantara permulaan dan
penghujung tersebut ada shiratul-Mustaqim.

Segala
sesuatu (selain Allah SWT) pastilah bermula dan berakhir. Oleh karena
itu pokok ajaran Islam adalah pengetahuan akan tiga hal : asal-usul
penciptaan, Hari akhirat dan kenabian. Imam Ali bin Abi Thalib kw3
“Allah SWT akan memberi belas kasih kepada seseorang yang
mengetahui dari mana dirinya berasal, dia di mana sekarang dan akan
ke mana dia kelak ?”. pengetahuan ini tidaklah dibatasi kepada pria
atau wanita saja, namun pengetahuan ini adalah mutlak bagi setiap
manusia.

Allah SWT menyampaikan didalam Al-Qur’an tentang “manusia” bukan
berarti lawan dari kata wanita atau pria, Al-Qur’an selalu
menyebutkan secara umum. Dalam hal ini masalah keniscayaan akhirat
dan pertanggung jawaban apa yang kita lakukan Al-Qur’an
menyebutkannya bahwa setiap jiwa (nafs) bertanggung jawab atas
seluruh amal perbuatannya. Disebutkannya pula bahwa setiap manisia
(insan) akan menerima balasan di akhirat nanti.

Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah
diperbuatnya.
(QS. An-najm : 39-41)

Intinya adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan Ilmu dan amal
yang disebutkan oleh ayat-ayat Al-Qur’an tidaklah menunjukkan jenis
kelamin.

Perhatian Al-Qur’an terhadap Wanita4

 Al-Qur’an mengelompokkan kekuatan yang terdapat dalam diri
manusi menjadi tiga jenis bagian, yaitu daya tarik, daya tolak dan
daya pikir. Adapun perangkat akal dan kebodohan yang seluruhnya
merupakan kekuatan roh jumlah seluruhnya ada seratus lima puluh
perangkat (jumlah tersebut merupakan sebagai contoh dan penggambaran,
bukan sebagai penentuan). Tujuh puluh lima jumlah perangkat akal dan
tujuh puluh lima jumlah perangkat kebodohan. Sebagian yang lain
berkaitan dengan daya tarik, atau yang biasa disebut dengan kekuatan
syahwat. Adapun sebagian yang lainnya berkaitan dengan daya tolak,
yang dikenal dengan kekuatan amarah.5
Setiap yang kita rasakan dalam diri kita tidak terlepas dari ketiga
kekuatan tersebut yang menjadi pondasi dasar manusia, ketiga pondasi
tersebut adalah merupakan kebijakan manusia dapat mengendalikan
kekuatan tersebut dan memfungsikannya secara proposional.

Kita mengetahui bahwa keutamaan dan kemuliaan manusia telah
dijelaskan didalam Al-Qur’an secara rinci. Seperti dalam Kalam Ilahi
Kemudian Adam menerima kalimat dari Tuhannya (QS. al-Baqarah :
37). Diriwayatkan bahwa kata kalimat pada ayat tersebut adalah
cahaya orang-orang yang disucikan6
oleh Allah SWT. Kata kalimat ini juga dimaksudkan pada ayat
ini adalah beberapa maqam ilmu yang diperoleh Adam as, yang menjadi
sebab kesusesannya. Kata kalimat pada ayat tersebut adalah
nama-nama Tuhan (al-Asma’ al-Ilahiyah), dan perwujudan yang
paling nyata dari nama Tuhan tersebut adalah manusia yang sempurna.
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu7
dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang
Jahiliyah yang dahulu
8
dan Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan
Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa
dari kamu, Hai ahlul bait
9
dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.
(QS al-Ahzab : 33)

 Saat menerangkan tentang daya tarik dan
memperkenalkan sifat ‘afaf (menjauhkan diri dari hal yang
buruk) Al-Qur’an memberikan contoh kesucian pria dan wanita.

Hal ini dapat kita lihat pada Al-Qur’an dimana Doa Ibu maryam (QS.
Ali Imran : 35-37) yang dikabulkan doanya oleh Allah SWT dengan
memasrah totalkan dirinya kepada Allh SWT, Ibunda Musa as,
Saudarinya, dan Isteri Fir’aun ketiga wanita tersebut menciptakan
kondisi yang memungkinkan untuk mematangkan dan mendidik Musa as,
sehingga selamat dari kezaliman Fir’aun. Ini jelas di beritakan
dalam Al-Qur’an pada (al-Qashash : 7,9,11).

Manusia salih adalah teladan bagi seluruh manusia. Seorang pria
teladan adalah contoh bagi seluruh manusia bukan hanya untuk pria
saja. Begitu pula wanita teladan adalah contoh yang harus diikuti
seluruh manusia, bukan hanya untuk wanita saja.

Wanita dalam Irfan

Adam as adalah khalifah10,
utusan Allah SWT dimuka bumi. Telah kita ketahui bahwa Adam
mendapatkan kalimat yang mengangkat derajatnya dan
menyempurnakan kemanusiaannya. Hadirnya khalifah dimuka bumi adalah
representasi dai Wujud Allah yang tidak pernah mengalami
ketidakhadiran.

Manusia sempurna adalah tanda kebesaran Allah SWT. dia adalah
manifestasi dari sifat-Nya, Yang Zhahir pada sekian banyak
fenomena alam di dunia ini serta manifestasi dari sifat-Nya Yang
Batin
di alam roh. Keberadaannya hadir bersama roh dan jasad.

Berkenan dengan hal ini Imam Ali kw berkata “Ya, Allah, Engkau
teman dalam perjalanan dan Engkaulah khalifah dalam keluarga, tidak
ada yang dapat mempersatukan keduanya selain Engkau, karena yang
menemani, tidak akan dapat dijadikan khalifah, dan yang dijadikan
khalifah tidak akan dapat menemani”11
demikianlah kedekatan seorang hamba kepada Allah, maka ia akan
menjadi tanda-tanda kebesaran Allah.

Pertanyaan yang lain berkaitan dengan masalah ini adalah, jika
menusia adalah khalifah Allah dan kemanusiaan terlepas dari masalah
jenis kelamin pria dan wanita, namun mengapa yang sampai pada
tingkatan tersebut kebanyakkan adalah pria ?, sementara wanita yang
sampai pada tingkatan itu hanya empat orang saja ?. jawaban atas ini
adalah :

Pertama, banyak wanita yang telah sampai pada tingkatan
tersebut namun prestasi mereka tidak direkam oleh sejarah

Kedua, penyebutan empat wanita diatas tidak menunjukkan
adanya pembatasan bagi yang lainnya.

Ketiga, jika sebuah masyarakat memiliki kematangan niscaya
seluruh anggotanya dari kedua kelompok pria dan wanita akan berupaya
menciptakan sebab-sebab kemajuan dan kejayaan mereka. Ataupun
sebaliknya.

Ikatan jasad dan roh serta Kesempurnaan wanita

 Permasalahan yang lain ialah, dikatakan otak wanita jauh
lebih kecil ketimbang otak pria. Atas dasar daya pikir kaum pria jauh
lebih kuat ketimbang wanita, kelemahan pada diri wanita mengakibatkan
kelemahan pada daya pikirnya.

Penjelasan tersebut pada awalnya memang terlihat sempurna. Namun
setelah mengkajinya lebih teliti, bahwa sekalipun pada diri manusia
terdapat jasad dan roh, namun jasadlah yang dikontrol oleh roh,
jasadlah yang terikat dengan roh. Jasad tak dapat membangun roh, tapi
sebaliknya rohlah yang membangun jasad. Semakin kuatnya roh seseorang
akan melahirkan alat yang kuat pula.

Menurut para pakar sastra dan irfan, jasad adalah ibarat sebuah
kolam yang berada di tengah sungai yang mengalir; apabila di hadapan
rumah seseorang ada sebuah sungai yang mengalir, kemudian pemilik
rumah itu membuat sebuah kolam di tengah-tengah sungai tersebut, lalu
dia mengalirkan air sungai itu dari sebuah lubang yang lainnya, maka
kolam tersebut pasti akan selalu penuh dengan air. Namun pemilik
rumah yang berpikir sederhana akan menganggap bahwa air yang mengalir
disungai itu adalah air yang telah ada di dalam kolam tersebut selama
beberapa hari atau beberapa bulan atau bahkan beberapa tahun yang
lalu, dan dia beranggapan bahwa air yang ada di kolam itu setiap saat
akan selalu berubah.

Ibarat kita sementara melihat gambaran bulan serta wajah kita di air
sungai yang mengalir lantas kita mengira bahwa gambaran di air sungai
yang mengalir tersebut tidak berubah, pada dasarnya gambaran itu
berubah namun karena perubahan tersebut begitu bertahap dan demikian
lembut. Demikian dengan anggota tubuh kita, sebenarnya setiap saat
dia berubah.

Kekuatan manusia bukan hanya berasal dari jasadnya, seperti pada
kisah Roh manusia dan peristiwa khaibar. Ash-Shaduq dalam Amali-nya,
demikian pula ath-Thusi, juga para ulama hadis dan hikmah,
meriwayatkan bahwa setelah imam Ali bin Abi Thalib as mengangkat
pintu benteng Khaibar dan melemparkannya hingga jauh, dia berkata,
“Aku mencabut pintu khaibar dan melemparkannya ke belakang
punggungku hingga sejauh empat puluh hasta bukan karena kekuatan
fisik atau gerakan karena pengaruh makanan, namun diriku telah
dikuatkan dengankekuatan malakut dan dengan kekuatan jiwa yang
diterangi oleh cahaya Tuhan yang bersinar.”12

Kesempurnaan seseorang tidak harus dikaitkan dengan kemampuan
teoritik. Aktivitas manusia terbagi menjadi dua macam; aktivitas
berat yang diperuntukkan kaum pria, dan kedua adalah aktivitas yang
lembut untuk kaum wanita. Demikian pula halnya dengan nama-nama-Nya
yang agung dan nama-nama-Nya yang lembut.

Manusia memperoleh kesempurnaan dari dua jalan, sebagian mendapatkan
kesempurnaan dari berperang13,
dan sebagian yang lainnya mendapatkan kesempurnaan dari cinta, belas
kasih, perasaan dan dengan keindahan dan sifat lemah lembut Allah
SWT. Seorang pria memiliki daya nalar dan daya pikir yang kuat serta
ketangguhan fisik, namun tak dapat dijadikan ukuran kekuatan pria
dalam hal cinta, kelembutan hati, serta ketulusan. Dan terkadang
potensi kelemah lembutan lebih menonjolkan kesan prestasi ketimbang
kekuatan fisik.

Seorang perempuan akan jauh lebih memahami lantunan doa-doa yang
bermakna arif dan cinta yang biasanya didapatkan dalam munajat dan
doa Imam Zainal Abidin ini di karenakan potensi yang berada pada diri
wanita adalah manifestasi kelembutan yang berasal dari sifat jamaliah
Allah, lain halnya dengan pria ia akan lebih mudah memahami lantunan
doa yang bersifat kekuatan perang, dan perlindungan.

Pelajaran cinta yang lebih banyak diperoleh wanita mengajarkan
tentang manfaat bagi orang-orang yang hatinya keras dan yang selalu
menunjukkan sikap keras. Jika orang dapat menjadikan hatinya semakin
lembut, maka perlajaran cinta akan lebih berpengaruh baginya, manusia
yang tidak mudah menangis, peluangnya sedikit dalam memperoleh
pelajaran cinta. Sebaliknya, orang yang mudah mengis tentu hatinya
lebih lembut. Jika ia dapat memisahkan antara emosi ‘hewani’ dari
cinta manusiawi, dan masik pada wilayah cinta. Serta mampu mengusir
kelemahan pada jiwanya dengan menjadikan kasih saying sebagai cirri
utamanya, maka pada saat itu terbukalah kesempatan baginya untuk
megejawantahkan nama-nama Tuhan sebagai manifestasi kelembutan yang
Allah miliki.

—————————————————————————————————-

1Mantan
Sekertaris Umum HMI Komisariat STMIK Dipanegara Periode 2003-2004,
Mantan Ketua Umum HMI Komisariat STMIK Dipanegara Periode 2004-2005,
Pengurus HMI Cab. Makassar TImur Dept Pengkaderan Anggota Periode
2005-2006.

2
(QS. Al-mukminun : 14)

3
Imam Ali bin Abi Thalib adalah Sepupu dekat Rasulullah SAW sekaligus
menantu Rasulullah SAW, suami dari Fatimah binti Muhammad SAW. Dia
adalah Khalifah ke-4 menurut Ulama Ahlul Sunnah dan Imam pertama
Menurut Ulama Syiah

4
Kata wanita diambil dari kata want it (terj. Inggris) yang berarti
diinginkan, namun kata wanita pada budaya kita tidak begitu
terpahami sebagai sesuatu yang diinginkan, namun lebih kepada bentuk
kedewasaan atau kematangan psikologi dari anak perempuan yang telah
siap pada realitas social. Pen.

5
Amuli, Jawadi–Keindahan dan keagungan wanita (pandangan Ilahi),
Tiga kekuatan (hal. 152)

6
Buka QS 33:33. pen.

7
Maksudnya: isteri-isteri Rasul agar tetap di rumah dan ke luar rumah
bila ada keperluan yang dibenarkan oleh syara’. perintah Ini juga
meliputi segenap mukminat.

8
yang dimaksud Jahiliyah yang dahulu ialah Jahiliah kekafiran yang
terdapat sebelum nabi Muhammad s.a.w. dan yang dimaksud Jahiliyah
sekarang ialah Jahiliyah kemaksiatan, yang terjadi sesudah datangnya
Islam.

9
Ahlul bait di sini, yaitu keluarga rumah tangga
Rasulullah s.a.w.

 

10
Seseorang yang tampil dari belakang (untuk mengisi kekosongan orang
yang berada di depan) dan disertai ketidak hadiran orang yang berada
di depan (yang digantikannya). Ataukah orang yang memutuskan suatu
perkara (kebenaran)

11
Nahj al-Balaghah, Tahqiq Shubhi Shaleh, Khutbah 86

12
Bihar al-Anwar, juz 21, hal. 26.

13
Perang yang dimaksudkan adalah perang melawan kejahatan. Hal ini
merujuk pada hadis nabi tentang perang akbar. Perang melawan hawa
nafsu yang menyesatkan.

Sang Cinta

Cinta mencintai sikap untuk mencintai Cinta
Bagaimana mungkin Cinta mencintai Kita
Jika kita tak mengenal Cinta sebagaimana Cinta
Ketika Cinta mencintai kita
Yang ada hanyalah Cinta yang mencintai Cinta
Karena hanya Cinta yang memiliki Cinta

Tak ada kecintaan tanpa Cinta
Pecinta sejati hanyalah mencari kekasih yang sejati
Kekasih sejati hanyalah Cinta itu sendiri

Cinta dikala mencintai cinta
Cinta yang mencintai diri-Nya
Tak ada cinta yang lain
Kecintaan pada Cinta
Hanyalah ada ketika kita telah menjadi Cinta
Ketika penjelmaan Cinta pada Kita
Maka yang ada hanyalah Cinta yang mencintai Cinta
Karenanyalah Cinta itu menCintai.

Maaf Lahir Bathin

Dari setiap salah yang lahir, dari setiap tingkah yang khilaf… dengan kemulyaan Idul Fitri diri ini merebah seraya memohon maaf pada engkau, sebagai syarat ampunan Allah SWT…. selamat Hari Raya Idul Fitri 1427 H

Dalam Ketakberdayaanku

Dalam ketakberdayaanku Kumelepasmu pergi, Meninggalkanku sendiri Menjalini hidup yang teramat penat menjalani peraduan Tak bertepi Tanpa kau disisiku Andaikan aku adalah DIA Takkan kubiarkan ini terjadi Kukan buat kau Selalu berada disisiku Menjalani peraduan ini Namun apalah dayaku Aku hanyalah manusia biasa Sebuah Pion catur Yang senantiasa menunggu Untuk dipindahkan kapan saja DIA mau Namun aku sadar Kuharus selalu berada disini Dengan satu hal yang pasti Dengan cintamu tentunya Tak akan kubiarkan Diri ini Keluar Dari lingkaran ini Karena disinilah, dilingkaran inilah Engkau dan cintamu berada Sayang tetaplah engkau Dijalan kita ini Jangan pernah engkau keluar Atau berbelok kepersimpanagan lain Tanpa diriku

biru merah hitam

Semoga ini bukan cerita lugu…

Yang disajikan dalam mangkuk yang terpoleskan dengan banyak warna ???

Mekanisme tubuh tercipta yang selalu memiliki keterkaitan yang utuh,

Jangan pernah menafikan tangan, karena engkau tidak akan pernah belajar gimana bentuk sesuatu. Jangan pula menafikan mata, karena engakau tidak akan pernah belajar bagai mana itu keragaman warna. Jangan pernah menafikan hidung, karena engkau tidak akan pernah belajar bagaimana itu bau… jangan nafikan perasaan karena engkau tidak akan pernah belajar bagaimana itu keindahan…. Dan silahkan nafikan Akal (otak) maka engkau tidak akan pernah berlajar apapun….!!!

Itu hanya pilihan saja kawan !!, dan kalian yang menentuakan semuanya…

Khalayaknya sebuah organisasi yang memiliki banyak mekanisme didalamnya, bukankah dia adalah mekanisme yang tak jauh berbeda dengan anatomi tubuh manusia !!.

Kesadaran berorganisatoris adalah hal yang akan membawa organisasi itu jauh lebih baik. Tak ada pesuruh dan majikan didalamnya, yang ada hanya mekanisme kesadaran untuk membangun organisasi jauh lebih baik seiring pendewasaan masyarakat yang berada pada organisasi tersebut… (bukan kah seperti itu).

Bukankah otak takkan memenuhi pikirannya jikalau mekanisme indrawi tak mendukungnya ?. saya pikir itu mustahil …….

Mungkinkah tangan mampu meraih tanpa ada instruksi dari akal yang diteruskan melalui saraf dr Otak ?. saya pikir itu pun mustahil ….

Keterjebakan dalam berorganisasi ialah kita menganggap bahwa ketua-lah sebagai peranan penting dalam organisasi sehingga bebanpun itu selalu tertumpu pada dia …. Memang rancu berorganisasi kiranya seperti itu.

Bukankah anggota, kord. Divisi, BPH, DPO, dan Ikat serta STAF AHLI adalah rangkaian yang tak dapat dipisahkan satu sama lain….

Lantas alasan apalagi bagi anggota tak menuangkan pikiran, tenaga, serta waktunya untuk organisasi, begitupun demikian terhadap pengurus. Organisasi bukanlah miliknya pegurus atau senior. Tapi organisasi adalah milik dari masyarakat yang berada dan besar didalamnya. Anggota kini berperan sebagai indrawi yang menjalankan segala mekanisme yang dibuat oleh akan (otak) yang tak lain adalah Pengurus.

Organisasi mengajarkan kita menjadi orang yang mempu bertanggung jawab… bukan menjadi babu ataukah pecundang. Kita berada pada organisasi ini bukan sebagai tamu yang ingin terus dilayani, tapi kita berorganisasi belajar bangaimana itu melayani satu sama lain, saling melengkapi pengetahuan satu sama lain, saling berbagi potensi..

Tak ada marah, tak ada keluh kesah, tak ada bahasa pesimis yang ada adalah kebersamaan menyamakan arah dan tujuan organisasi….

Ketua, sekertaris, bendahara, koord divisi, pengurus itu hanya masalah waktu saja … tak ada bedanya dengan anggota. Semua berkedudukan sebagai keluarga, belajar di wadah yang sama. Yang dibutuhkan hanyalah saling memahami.

Bukan Karma kawan…

Waktu takkan terhenti

Tak ada jaminan akan berulang

Tak ada kisah yang tertimpa

Tak ada kisah yang terbuang

Semua kan jadi sejarah

Semua kan jadi ukiran dalam diri masing-masing

Jangan pernah menganggap bahwa kali tak ada arti

Jangan pernah mengira ukiran kalian hari ini tak mengajarkan sesuatu

Dinamika organisatoris adalah hukum aktifis

Yang meniscayakan perbedaan, pertentangan, dan kesalahpahaman

Tapi bukan dijadikan sebagai nisan yang terhenti seperti itu saja

Dijadikan pelajaran mungkin itu jauh lebih baik.

Pernahkah kita saling cerita ?

Bagaimana organisasi ini ?

Pernahkah kita saling cerita ?

Ada apa yang terjadi pada keluarga kecil kita ?

Hitam, biru, merah

Paduan warna yang indah

Tak ada guna kepala tanpa tubuh

Demikian pula sebaliknya

TSC… TSC … TSC

Jangan biarkan dia terasing ditengah keramaian

Jangan biarkan dia sepi di tengah banyaknya suara

Hadirkan dia disetiap perbincangan kalian

Hingga kita sadar dari mana kita lahir

”Cinta tengah Februari”

Cinta itu dekat padamu
Dia ada dala hatimu
Dia masuk melalui indramu
Mengikuti denyut nadimu
Dia menyatu denganmu membuatmu setia taat

Engkau ada karena Cinta maka hiduplah tuk men-Cinta

Ketika matamu menjadi gelap
Ketika telingamu tertutup rapat
Ketika hidungmu tercocok dendam
Ketika kulitmu berhenti merasa
Ketika lidahmu terbuai fitnah
Ketika itu pula engkau membunuh Cinta.

Oh,
Sang Maha Cinta
Alirkanlah dalam dirinya sungai kasih sejati
Wahai Dewi Cinta lantunkanlah dengan suaramu
Senandung Sang Kekasih

Kala Tengah Februari
Matamu memandang
Mawar setangkai hatimu pun berbisik
Dan lidahmu berujar
Akhirnya aku melihat Cinta.

From My Dew for Me.

Allah adalah penamaan akan –DIA

Allah adalah penamaan akan –DIA
Karena Allah adalah wajah DIA
DIA terlalu sulit untuk dikenal
Karena kasih sayang-Nya DIA dikenal Allah

Begitu DIA api DIA lah api
Dan begitu DIA api DIA lah panas
Wajah adalah sesuatu yang mengantarkan kita untuk mengetahui pemilik wajah
Bersayahadat hanya disebut bersyahadat apabila berhijrah

Apa konsekuensi syahadat?
Menyatukan perbuatan kita dengan perbuatan Tuhan
Menjadi seorang yang bersaksi adalah dengan meleburkan diri kita kedalam Tuhan
Dengan menegakan syariat
Syarat  awal dari setiap perbuatan tauhid adalah ikhlas
Karena apa perbuatan itu ?
Setiap perbuatan yang bukan karena Allah adalah tidak ikhlas
Untuk siapa perbuatan itu ?
Selain untuk Allah adalah tidak ikhlas

Aku adalah DIA dan DIA lah aku
Kehendak-Nya adalah keinginan aku
Sebab aku tak berkeinginan 
Jika aku berkeinginan maka aku tak men-DIA

Esensi adalah pembatasan-pembatasan wujud

Engkau tidak sebagaimana seharusnya disembah
Puncak ibadah adalah ketidakberdayaan

Ketika melakukan suatu perbuatan yang bukan keinginan Tuhan maka tidak Tauhid
Allah suka memuji dirinya sendiri
Maka pujilah DIA karna dirimu adalah DIA

Khusu’ bukan puncak
sebuah keadaan jiwa yang takut dan berharap

saya tidak menyembah Tuhan jika saya tidak melihat-Nya, (IMAM ‘ALI KW)

Oleh : Ustad Aryanto Ahmad,18 Okt 05 M /14 Ramadhan 1426 H
    Pesat. Ramadh

Kehadiran diri-MU

Segala Yang Nampak hanyalah wajah-MU
hingga tak sedetikpun Engkau Hilang
tak henti lautan Kasih-Mu terhampar hingga yang tak meyakini-MU pun
Engkau masih memberinya Nikmat.

adakah Kekasih sejati selain dari-MU
ya Ilahi, Engkau hadir di setiap sendi dan nadiku
hingga akupun tak mengetahui siapa diri ini

yang ADA hanyalah Engkau, selain itu hanyalah keTIADAan
adakah yang selain-MU…
ADA kah kasih sayang yang hadir selain kasih sayang-MU,

Cinta-MU memberikan makna Hanyalah Engkau Cinta dimana Tertuang
hingga CINTA lah yang MenCINTAI CINTA.
ya… Ilahi, Ya.. RABB